Sabtu, 23 Februari 2013



patah. patah jadi dua katanya. sebenarnya aku bosan menulis tentang ini, karena kamu tak juga bersungguh-sungguh ingin mengerti. oh apa? iya, aku lupa. kamu memang tak pernah bersungguh-sungguh untuk mencinta :)) aku orang ke berapaa? haha.

jangan takut sakit hati. tapi juga jangan terlalu main-main sama hati. kata para penulis, hati itu multifungsi. bisa bicara, melihat, membaca, merasakan, mencium, memeluk, dan haoooohhh hal-hal yang biasa dilakukan indera lainnya. tapi bodohnya, kenapa kalau sudah hati ini patah jadi dua, kebanyakan dari kita hanya tetap untuk memilih mengetahui dan melihatnya saja? mendayu-dayu, kayak aku. la kalo udah tau sakit, kenapa masih dibiarin ajaaaaaaa :))

selama bisa dibicarakan baik-baik, kenapa sih harus rela berkorban perasaan? ayo monggo yang ngrumongso belum berbicara baik-baik sama hatinya sendiri, buruan memulai aksi. plis mamen, kamu harus mudheng sama apa yang kumau dari berlembar-lembar majas ini. aku mulai bosan (lagi) :')))


dari jalan yang berbelok, aku yang masih berusaha untuk berjalan lurus ke-depan, sephia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar