hari demi hari telah berjalan, tanpa aku sadari, usia kita bertambah, semakin menua.
seperti sebutir beras yang tak juga berarti keberadaannya kala sendiri. seperti itu mungkin, aku.
ah, sudah terlalu bosan rasanya bermain imajinasi. apalagi membayangkan yang dulu-dulu.
tapi ternyata benar kata orang, lebih baik tidak memulai, daripada pedih hati saat mengakhiri
dengan orang yang tidak mungkin dimiliki......
tapi ternyata
hingga semenua ini. aku masih gagal membuang segala yang seharusnya dibuang.
sekejap apa untuk bertahan
sekuat apa untuk terdiam
karena bertahan dan terdiampun membutuhkan kekuatan
dalam yang kujaga. tetap ada namamu
dalam diaryku, masih penuh ada sebutanmu
sesimpel itu mungkin, mencintai orang yang tidak mungkin dimiliki.
apalagi memintanya untuk kembali
hah, rasanya... seperti membawa bulan ke dalam kamar, mustahil.
yaaaa.. entahlah, kamu sekarang dengan siapa
entah kamu bahagia atau tidak sama sekali
yang jelas aku ikut senang untuk dia
yang saat ini selalu mendengar suaramu yang menenangkan
yang dengan bebas menjadikanmu sandaran saat cobaan berjatuhan
yang selalu tertawa riang saat bersama-sama
mungkin ini hanya perihal waktu
sialku, kenapa harus datang kepadamu di masa lalu.
setidaknya. sekejap apapun saat ini kita bertemu.
aku hanya ingin berkata bahwa kamulah satu-satunya orang yang berhasil membuatku bangga menceritakan kisah cintaku kepada teman-temanku
bahwa kamulah orang di masa lalu yang tidak pernah melukai perasaanku, sekalipun keadaan yang membuatnya begitu.
Selasa, 11 Februari 2014
Jumat, 03 Januari 2014
tanpa, atau dengan.
aku sudah lelah menampakkan diri sok tegar di luar sana
membayangkan bahwa tidak pernah hilang keberadaanmu
seperti itu kira-kira
aku lelah membohongi diriku sendiri.
aku sudah lelah menampakkan diri tersenyum di luar sana
membayangkan bahwa tidak pernah ada kata selamat tinggal di antara kita
seperti itu kira-kira
aku lelah menyakiti hatiku sendiri.
terlalu pelik untuk mendengarkan ucapan orang saat ini, tentang kamu dan tepian yang akan kudaki kemudian. mereka berkata "akan baik-baik saja tanpa dia".
hingga 5 tahun belakangan, ya benar, memang baik-baik saja.
namun akan jauh lebih istimewa bila dengan dia.
kukira sudah saatnya manusia untuk tidak berpura tegar
untuk tidak menahan tangisnya saat kehilangan
untuk tidak menepi pada diri sendiri.
hingga suatu saat mendapati segalanya hanyalah ilusi.
membayangkan bahwa tidak pernah hilang keberadaanmu
seperti itu kira-kira
aku lelah membohongi diriku sendiri.
aku sudah lelah menampakkan diri tersenyum di luar sana
membayangkan bahwa tidak pernah ada kata selamat tinggal di antara kita
seperti itu kira-kira
aku lelah menyakiti hatiku sendiri.
terlalu pelik untuk mendengarkan ucapan orang saat ini, tentang kamu dan tepian yang akan kudaki kemudian. mereka berkata "akan baik-baik saja tanpa dia".
hingga 5 tahun belakangan, ya benar, memang baik-baik saja.
namun akan jauh lebih istimewa bila dengan dia.
kukira sudah saatnya manusia untuk tidak berpura tegar
untuk tidak menahan tangisnya saat kehilangan
untuk tidak menepi pada diri sendiri.
hingga suatu saat mendapati segalanya hanyalah ilusi.
Minggu, 01 Desember 2013
Ternyata, sebijaksana itu
beberapa di luar sana, bukan kamu, memilih untuk melakukan apa yang diinginkanya. dengan egonya, seolah-olah membentuk semesta mendukung pintanya. melakukan apa yang diimpikannya, seraya dengan inginnya, hingga akhirnya terbentuk realita.
beberapa di luar sana, masih bukan kamu, terus membingkai kesan bahwa bersama harus sama, bahwa cinta harus berdua, bahwa kisah tak mungkin dijalani di tempat yang berbeda. iya, masih bukan kamu,
dan hingga kemudian hatiku membaca sebuah stigma dari sudut pikiramu di ujung sana, tentang kita yang sebenar-benarnya bisa bertatap mata, bahkan melangkah dalam setiap tapak kisah. tapi angan jauh depan sana mengurungkanmu, tentang kita yang tak mungkin hingga akhir berpadu.
tersirat pintamu hangat, bahwa kisah tak selalu harus dipaksakan. bahwa kisah tak pernah selalu menuntut impian.
Jumat, 29 November 2013
Sabtu, 02 November 2013
yang belum sempat tertuliskan
menulis tentang kenangan teman, ditemani lagunya ipang yang sahabat kecil, ada yang lebih dramatis dari ini? :))
sepertinya sudah lama merasa sedemikian hingganya, aku ingin menghentikan waktu untuk menahan mereka. yang menemaniku dalam usia remaja. mereka menyebutnya sahabat kecil, iya sahabat kecil.
perjalanan waktuku terhenti sementara. kemudian dengan dada terbusung kumulai melihat silaunya hari lalu. saat awal kita bertemu di Juli 2008. saat setiap pagi kita bertemu di depan auditorium untuk sekedar mencukur rambut gratis. saat kita datang bukan untuk sekedar menerima pelajaran, namun lebih untuk inginnya mendengar cerita teman :))
secuil kisah yang tak terlupa. hingga secuil waktu pula tersisa untuk bertatap mata. temanku, mungkin pernah dalam tiga tahun dulu aku menyayat sedikit perasaanmu, apapun bentuknya. dan kemudian sekarang tidak akan ada masa untuk melewatkan saat-saat bersamamu lagi. meskipun saat ini, 6 hari mulai jam 6.45 hingga 16.00 harus tergantikan dengan 3 jam seminggu sekali.
Sabtu, 11 Mei 2013
fawk ::))
hingga beranjak dewasa, namanya masih tetap Nandha. masih manusia yang tumbuh dengan kepura-puraan, kepura-puraan untuk lebih bahagia dari apapun yang telah membahagiakannya.
kemudian ia berjalan ke depan, masih ke depan, berharap untuk terus hidup. sesekali ia menengok ke belakang, hanya untuk memastikan perjalanannya tak sia-sia. hanya untuk memastikan, masih ada yang mencintainya menunggu di belakangnya, entah jauh, entah kemudian menyerah patah tak berarah.
ketika ia merasa mendekati segalanya, kemudian apa yang telah diinginkannya berhasil kembali membiusnya untuk berfoya-foya, dia terlena terlupa. terlupa ada yang menantinya di belakang sana. dan kemudian, terpaku dan mengambil satu hidup baru. itulah alasannya, hingga kini dunianya berpura. penuh kehancuran tertutup canda tawa.
#ifyouknowwhatimean :))
Langganan:
Postingan (Atom)

