Anyway, itu baru yang dinamakan salah satu tindakan yang kurang menyenangkan dari
Kembali mengacu pada tulisan diatas, "namanya juga masih muda", yang muda yang ceria, yang muda pejuang bangsa. Baguslah sudah ya gaes kalo kita sebagai pemuda memiliki taktik dan strategi masing-masing dalam hidup, namun ada satu yang sering kelupaan, kadang kita hanya memikirkan apa yang tampak dalam diri kita hari ini, dan melupakan sesuatu yang terjadi di panjang hari kemudian. Paham ngga maksudnya? Mmm, gini sudah. Pernah gak kalian menangis saat kalian ngga diterima SNMPTN Undangan? Disitulah letak permainannya. Beberapa orang berhenti di titik "sabar dan legowo", dan sebagian lain lanjut ke titik "frustasi dan depresi" padahal kaan, hidup ngga berhenti di satu hari. Pengaruhnya? Memang banyak faktor yang mempengaruhi kemana manusia bisa mengkategorikan dirinya ke dalam 2 ciri tersebut. Dan, faktor yang paling besar berpengaruh adalah psikologis, dan bagi saya, persepsi adalah jawabannya. Kekuatan persepsi yang begitu membara, kalau penggunaannya benar dan dilakukan secara terus menerus, tentunya ketegaran diri dan kehebatan-kehebatan yang lain dalam diri kita akan ikut muncul lho gaes. Dan itulah kenapa, kamu bisa mempersepsikan kalo diri kamu, saat ini adalah korban
Mungkin daripada tulisan ini mbulet dan objeknya meluasnya berlebihan, saya jelasin yaa. Kebanyakan di era kegaulan saat ini, remaja dan para pemain cinta mencintai kata
Contoh yang lain. Pernahkah seseorang yang kamu idolakan melempar senyum manisnya di hadapanmu?. Pasti langsung berbunga-bunga ya? Seolah-olah bagimu, dia mengerti apa yang kamu rasakan. Dan tepat di ujung itu kamu bagaikan seseorang yang diharapkannya untuk juga mendampinginya? SALAH gaes! Itulah kenapa saya bilang hidup tidak berhenti di hari itu saja. Masih banyak hari yang harus kamu pertimbangkan untuk melangkah dengan lebih menawan. Ayooo persepsikan saat itu hanyalah buaian semata dari sang Ilahi. Tidak salah untuk melempar senyum balik, setidaknya untuk membalas sapaan hati, namun, bentengi diri, karena itulah senjata agar kamu tidak terjatuh tersungkur saat menemukan dia sudah bersama yang lain. Dan itulah benteng agar kamu tidak menjadi manusia yang dikit-dikit pasang status "Ah, di
Dan jika ternyata kamu sudah merasa hal itu sudah terjadi sebelum kamu membaca tulisan ini, maka putar kembali posisi itu, kembali mainkan persepsi "Aku istimewa, dan cukup di sini saja". Istimewakan dirimu sendiri, untuk dirimu sendiri!! Rutinkan, dan kamu akan balik mem-
Sebenernya gaes, maksud hati tulisan saya ini tadi adalah ingin membuka sesuatu yang belum terbuka *eh huaha jadi saya ingin kalian melihat yang belum kalian lihat tapi sebenarnya kalian bisa melihatnya dari dulu. Ya, inner, Evaluasikan diri kalian setiap peristiwa, karena
~~~ ini bukan owntalk maupun curhat pribadi yang menggebu-gebu, ini hanya tulisan krik-krik yang menimbulkan kecanduan dan penyakit rindu menahun ~~~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar