Selasa, 11 Februari 2014

hehehe...

hari demi hari telah berjalan, tanpa aku sadari, usia kita bertambah, semakin menua.
seperti sebutir beras yang tak juga berarti keberadaannya kala sendiri. seperti itu mungkin, aku.
ah, sudah terlalu bosan rasanya bermain imajinasi. apalagi membayangkan yang dulu-dulu.
tapi ternyata benar kata orang, lebih baik tidak memulai, daripada pedih hati saat mengakhiri
dengan orang yang tidak mungkin dimiliki......

tapi ternyata
hingga semenua ini. aku masih gagal membuang segala yang seharusnya dibuang.
sekejap apa untuk bertahan
sekuat apa untuk terdiam
karena bertahan dan terdiampun membutuhkan kekuatan
dalam yang kujaga. tetap ada namamu
dalam diaryku, masih penuh ada sebutanmu
sesimpel itu mungkin, mencintai orang yang tidak mungkin dimiliki.
apalagi memintanya untuk kembali
hah, rasanya... seperti membawa bulan ke dalam kamar, mustahil.

yaaaa.. entahlah, kamu sekarang dengan siapa
entah kamu bahagia atau tidak sama sekali
yang jelas aku ikut senang untuk dia
yang saat ini selalu mendengar suaramu yang menenangkan
yang dengan bebas menjadikanmu sandaran saat cobaan berjatuhan
yang selalu tertawa riang saat bersama-sama
mungkin ini hanya perihal waktu
sialku, kenapa harus datang kepadamu di masa lalu.

setidaknya. sekejap apapun saat ini kita bertemu.
aku hanya ingin berkata bahwa kamulah satu-satunya orang yang berhasil membuatku bangga menceritakan kisah cintaku kepada teman-temanku
bahwa kamulah orang di masa lalu yang tidak pernah melukai perasaanku, sekalipun keadaan yang membuatnya begitu.

Jumat, 03 Januari 2014

tanpa, atau dengan.

aku sudah lelah menampakkan diri sok tegar di luar sana
membayangkan bahwa tidak pernah hilang keberadaanmu
seperti itu kira-kira
aku lelah membohongi diriku sendiri.

aku sudah lelah menampakkan diri tersenyum di luar sana
membayangkan bahwa tidak pernah ada kata selamat tinggal di antara kita
seperti itu kira-kira
aku lelah menyakiti hatiku sendiri.

terlalu pelik untuk mendengarkan ucapan orang saat ini, tentang kamu dan tepian yang akan kudaki kemudian. mereka berkata "akan baik-baik saja tanpa dia".
hingga 5 tahun belakangan, ya benar, memang baik-baik saja.
namun akan jauh lebih istimewa bila dengan dia.

kukira sudah saatnya manusia untuk tidak berpura tegar
untuk tidak menahan tangisnya saat kehilangan
untuk tidak menepi pada diri sendiri.
hingga suatu saat mendapati segalanya hanyalah ilusi.