Jumat, 21 Desember 2012

Goodnight task B)

dear kaluters, erlalu cepat untuk berkata selamat pagi ya? tapi ya sejujurnya ini sudah menginjak jendela menuju arah pagi huaha dan aku, masih terjaga belum bermimpi, belum mandi, dan mie ramen kiriman om langgeng menemani kewajiban dari pekerjaanku saat ini, mahasiswa. sebenernya sedikit bingung juga sih kenapa aku harus mengeluh dan trus mengeluh kalo dapet tugas menggunung kayak gimi. bicara timing? sepertinya, dalam sebuah pekerjaan, segalanya bisa terjadi baik kalo kita saling profesional.

tugas? siapa sih yang belum pernah dapet tugas? anak TK pun juga udah pernah dapet tugas lho. walopun kadar tgasnya mehyenangkan, mungkin cuman disuruh nggambar gunung dengan model 2 gundukan terus ada matahari ngintip dari celah-celahnya, ada jalan berkelok-kelok, sawah, dan 1 rumah yang tergambar di bawahnya. tapi, sekali lagi, namanya juga tugas, tugas ya tugas!

mungkin kadang kita lupa juga sih sama tulisan nama pekerjaan kita di KTP atau SIM. "pelajar/mahasiswa". kita sama-sama aja kayak PNS lho, sama-sama bekerja. mungkin pembedanya, sana dapet duit dari pemerintah, kita dari menteri perekonomian keluarga. kita juga dapet "nilai", lebih eksklusif sebenernya. bekal masa depan. sebenernya itu yang harus kita garis bawahin, tugas dan tugas, harus dikerjakan. meskipun kalo datengnya keroyokan, ga semaksimal harapan. seharusnya emang orang-orang itu ngeliat KTP atau SIMnya masing-masing kali ya, biar inget sama pekerjaannya huaha #selftalk.

sekarang, terlalu mainstream kalo kita ngeluhin tugas dimana-mana. bingung juga sih, apa-apa jadi mainstream sekarang. haha. tapi sejujurnya, ngeluhin tugas itu ngga bakal ada matinya. kayak jerawat, semakin dikeluhin semakin dia ngotot buat terus keluar dan kita semakin pilu ngrasainnya.

selain kita kudu inget kalo tugas merupakan implementasi dari pekerjaan kita saat ini, ada satu hal juga yang bikin kita ngga stres dan sedikit tertolong psikologisnya kalo lagi ngadepin tugas. segalanya jangan dikebut deh, step by step. seenggaknya kalian udah nyicil dan itu bakal jadi stimulus buat cicilan berikutnya :", daaaaaaan yang paling harus kalian benerin adalah, gimana kalian haruuus tetep bisa membedakan mana itu kepentingan tugas, mana kepentingan pribadi. jangan dibawa-bawa dicampur adukin lho, nanti endingnya bahaya, dan cukup tau semata. hehe. oke kaluters, itu cuma sponsor dan sedikit iklan semata. sejujurnya, itu cuman buat ngadepin boringnya ngerjain tugas saat ini -___________- sampai jumpaaa!

Jumat, 07 Desember 2012

Dari Titik Aku Melihatmu

sendu dalam sore yang tak menentu
bagiku, ini sudut terbaik untuk mengingatmu
atas ufuk senja yang membantu
melukiskan bayang yang sempat di sampingku

dari titik aku melihatmu
masih di sini
di sudut bangku tua yang kau tempati
lalu, perlahan aku mengusapnya
memberi tanda cinta
sendiri
kamu tak lagi

seperti sekian hari aku sendiri
nyatanya, empat tahun sudut hati ini masih menanti
terlalu lama?
ah, kata orang, kadang cinta itu sia-sia

lagi,
dari titik aku melihatmu
kupikir, kamu pura tak menentu
hanya ingin tegaskan takdir padaku
tentang rasa yang tak mungkin bisa bertemu

kelam kata mereka tentangmu
apa harus kubilang atas cinta aku buta?
mereka lebih buta!
mereka tau cinta buta namun tegaskanku agar tak setia.

terus,
dari titik aku melihatmu
engkau hanya akan bersembunyi di penghujung tahun ini
sedang menulis kisah yang akan atau enggan kausembahkan untukku nanti
entah denganmu, atau orang baru
yang terus kau siapkan padaku

dan hingga nanti,
dari titik aku melihatmu
jika mungkin itu orang baru
kuyakini dialah budakmu
budak yang seharusnya menggantikanmu disisiku
walau kurasa, tak sedikitpun lebih baik darimu




waktu,
kamu mengatakan.
setia- obat peleburnya.
untukmu,
dari seseorang yang kau ajak sendiri mencinta.

Senin, 26 November 2012

Kediri's day. About Kelud and Jalan Dhoho!

Sabtu, 24 November 2012. Ini adalah bukti mengapa saya mencintai kota ini, Kediri :3









Itu adalah secuil keadaan di tanggal 24 November 2012, di Gunung Kelud Kabupaten Kediri
merupakan kegiatan festival budaya yang biasa dilakukan di setiap bulan Suro, seperti yang diyakini oleh beberapa masyarakat Jawa sebagai bulan yang sakral.
Di lain tempat, tetap di wilayah Kediri, dalam waktu yang sama juga diadakan Festival Jalan Dhoho. Kali ini panitianya berasal dari pemerintah dan pemuda-pemudi Kediri. tidak banyak yang bisa digambarkan, karena acara rutin tahunan ini sudah sering saya ikuti, berbeda dengan acara kelud di atas hehe.


penasaran? yuk, visit Kediri. Panjalu Jayati :)

Kamis, 15 November 2012

Sahabat Jadi Cinta?

selamat petang kaluters di seantero bumi jagad raya! piye kabare? buahaha kali ini aku bakal nulis sebuah tulisan singkat, tulisan busuk, dan tulisan yang telah terinspirasi dari kisah beberapa rekan-rekan di sekitar.

sahabat, dan cinta. sebuah kasus dalam sebuah rasa yang mungkin bisa jadi setiap orang hampir pernah mengalaminya. apa itu hakikinya sebuah makna persahabatan? lalu apa juga sebuah makna cinta? universal sekali bukan. daaaaaan gara-gara itu pula, atas dasar keuniversalannya, orang-orang sering menyalah artikan :))

sahabat. sebuah hubungan pertemanan yang sudah melampaui batas keintens-an komunikasi. lebih intim dari pertemanan yang lainnya, yang biasanya dilandasi dengan rasa kagum atau bahkan suka. nah, suka di sini niih perkaranya. suka, cenderung menuju cinta, dan cinta, takarannya beraneka macamnya. tahap mana nantinya yang dipijaki? itu urusanmu dengan hidupmu buehehe.

actually, salah juga lah ya kalo kamu menahan diri atas sebuah rasa yang dianugerahkan Tuhan untuk kamu, yang dinamakan cinta. tapiio lho ya, lebih salah lagi kalo kamu menyalah artikan sebuah kedekatan guys. sadar atau tidak, kamu mengkhianati sesuatu yang kamu bangun sendiri lah istilahnya. dan karena problematika sahabat dan cinta ini sering sekali menjadi bab kegalauan di setiap malam, maka, kewajiban kalian kalo udah ada sesuatu yang dirasa aneh dari proses persahabatan kalian, kalian harus memilah-milah semua itu. itu resep tersimpel tapi pelaksanaannya tersulit guys. percaya atau tidak, membatasi diri untuk kesana kesini itu sangatlah tidak gampang :))

jauh memandang ke depan, kalo kalian  memaksakan diri untuk let it flow aja, banyak kasus yang bisa dijadikan contoh lho. kadang, hubungan interpersonal manusia yang sahabatan sama yang pacaran itu, lebih deket saat mereka sahabatan lho guys.jadii, bukan maksud hati buat membatasi rasa yang kalian miliki, tapi, pikir-pikir dulu lah ya demi kebaikan semua umat. iya kalo itu beneran cinta, kalo cuma letupan-letupan dari rasa itu aja? ihihihi.

dan yang ketiga, belum tentu juga dunia menerima hubungan percintaan kalian lho, bisa jadi dunia malah akan memandang miring apa yang kalian lakukan jikaaa kalian meneruskan hubungan yang kalian rasa bernama percintaan kekasih itu.

iyak cuma itusihh tulisan setengah satir, nyindir, dan sebenernya ingin menohok seseorang, yang cuma singkat, tapi bisa dipikir panjang-panjang dalam sebuah situasi yang tergambar. akhir kata, babay dan salam kaluters. you rock! hahah

Minggu, 11 November 2012

apalah arti sebuah pulpen?

sebuah pulpen? ya, mungkin salah satu dari kalian akan bertanya, apalah arti dari sebuah pulpen? atau mungkin bakal bertanya, kenapa harus mengobjekkan sebuah pulpen untuk tulisan curhat dalam blog? itu justru jawabannya. ya, objek, pulpen, dan curhat.

pernah kamu menyadari bagaimana kekuatan pulpen untuk menulis sesuatu yang tak mungkin kamu ingat selamanya tanpa bantuannya? ya, itu salah satu kekuatannya. kekuatan untuk memberi jalan kita mengingat sesuatu yang tak selamanya bisa kita ingat secara "lawaran"
pernah suatu ketika, aku mencintai seseorang yang seharusnya tak pantas aku cintai, namun hati ini terus memaksa, dan segalanya kutuangkan dalam sebuah catatan harian, dengan pulpen yang selalu bergelantung di bagian atasnya. hingga suatu ketika aku mulai menyaari bahwa mulutku tak sebegitu kuat untuk mengucap cinta. pikirku, hanya dalam catatan harian aku membagi rasa. untuk dia dan tentang dia. hingga suatu ketika saat kututup rapat satu halaman dengan serangkai cerita, yang seharusnya aku diam menjaganya, dengan tegas seseorang itu membuka dengan bangganya. ya, saat itu dan dengan itu dia melihat bagaimana aku mencintainya. memuja sesuatu yang tak pantas dipuja, menunggu sesuatu yang tak pantas ditunggu.

bukan salahku jika ia membacanya. aku hanya bertanggung jawab atas apa tulisanku, bukan apa yang dibacanya. hinggaa.... mungkin amarah, mungkin terkejut, dia hanya berpagut. lalu aku? tetap berpadu dengan tulisan itu, hingga menunggu datangnya jawaban.

kukira ia benci, karna aku memanfaatkan situasi. karna aku mencintai diam-diam dalam status yang tak baik lagi. oh, ternyata salah. dia mengalah, dan seolah memberi harapan yang bagiku terarah. terarah untuk membalas rasa, terarah untuk memberi cinta. hingga, kukira, saat itu saat bahagia. yang tak harus kuceritakan pada siapapun jua, termasuk buku harianku sendiri.

hari bahagia. entah berapa lama, entah seberapa kuat ia berpura-pura, hingga terungkaplah jua, ia hanya main-main semata. lalu? aku? ya, aku memilih mundur.. memilih untuk menunggunya kembali dari kepergiannya. menunggu dia berpikir keduakalinya. banyak kutulis saat itu tentang dia dengan yang lain, dan selalu ada aku yang mencoba masuk ditengahnya, untuk memberi sebuah kabar bahwa aku masih menunggu disampingnya, walau hingga kini, kukira penantianku sia-sia.

terus, hubungannya? ya. aku lupa. aku lupa apa yang sudah kulalui bersamanya dalam masa saat-saat bahagia. saat itu, pena tak tergores memberita. kertas tak tertulis selain menangis. dan kini yang kuingat? hanya derita, hanya duka. karena saat itu tak kutulis cinta dengan pulpen. karena hingga saat ini aku meyakini betapa berharganya sebuah pulpen untuk mengingat sebuah rangkaian cinta.

Kamis, 01 November 2012

tak seharusnya begini

tak seharusnya begini. tak seharusnya menyakiti diri sendiri
tak seharusnya terjebak. tak seharusnya cinta merebak

terdampar aku dalam sebuah kepahitan masa lalu
yang terlukis merdu kaubawa kembali
kembali di sini
tepat sesaat aku tak membutuhkanmu lagi

tak semestinya aku berjumpa tentangmu
yang sesaat hanyutkanku kembali
dalam bimbang yang tersimpan di hati
untukmu. denganmu

kini secuil memori bangkitkan rasa
mencoba bermain kembali dengan cinta
diam. kau coba bubuhkan bimbang
kau tuntun hatiku berdendang

aku faham tak semestinya ini terjadi
tak seharusnya aku kembali
namun nampaknya nanar matamu suratkan beda
suratkan aku untuk mencoba kembali bahagia

koyak jiwa ini... bagiku canda
oh. candu juga
aku tertawa aku gila
namun tak dapat aku menghindarinya

sejatinya. apa ada takdir cinta?
entah. entah jua
tak seharusnya kau kembali
dan tak seharusnya aku membiarkanmu mengetuk hati ini lagi

Senin, 29 Oktober 2012

cinta main-main belaka

Salam kaluters! Masih terlalu siang dan hot hot pops untuk mnceritakan problematika dan peliknya kehidupan tentunya cinta. Namun apadaya, hati tak jua mampu dibendung, segalanya tak mempu dikurung alalalalala ~

adalah aku, seorang remaja belum cukup usia untuk berserius perihal cinta. bagiku sih, karena main-main saja masih sungguh istimewa. lalu aku dihadapkan juga kepada manusia yang main-main juga. problemanya, kenapa aku benci jadi permainan belaka? -_______________-
mungkin inilah yang dinamakan hukum cermin (eh emang ada ya?) saatnya untuk berbenah. cyaaaaaat!
ada salah satu lagu dangdut yang liriknya cukup menggetarkan seisi perut.

"nggak jaman punya pacar satu aja. nggak jaaman pacaran harus setia"

oke. itu sepertinya diilhami oleh beberapa kaluters yang mengkaluti beberapa insan cinta. masalahnya saat ini, sampai kapan mau begitu terus?
sesungguhnya, ketahuilah jika sampai kapanpun kamu hanya sebatas main-main, suatu ketika kamu akan dipertemukan dengan yang lebih main-main, sehingga dalam permainan (?) kamu hanya akan main-main. bingung? iya bingung. kalau bingung memang pantasnya kamu masih main-main dulu, karena harus cukup umur untuk menerjemahkan apa yang dimaksud permainan di sini.

jangan salah mengilhami apa itu kebercabangan. jadi begini, istilahkan saja segmentasi. lalu ada targeting utama, dan targeting kedua. ya, itulah cinta di usia belia. bukan membagi segalanya sama besarnya, karena itu hanya akan membuat kamu nantinya merana, kayak saya, banyak pilihan, tapi utamanya tetap satu jua, yaitu ......................................... *sebagian teks disamarkan*

kaluters, sebenarnya tulisan kecil ini bukanlah tulisan kode semata. namun mengandung sarat makna, yang isinya janganlah selalu main-main dalam bercinta, gunakanlah taktik dan strategi segmentasi dan targetting, jika nanti sudah cukup usia dan waktunya kalian memilih satu cinta saja, segera tentukan yang bisa membuatmu bahagia karena sesungguhnya cinta yang hanya main-main semata itu hanyalah pembuangan waktu dan penggalauan tak terencana belaka. dan sekali lagi, tulisan kecil ini bukanlah kode semata. dada!

Selasa, 23 Oktober 2012

Apalah Arti Sebuah Emot

Tulisan ini saya buat saat mengilhami nasihat dari salah seorang kakak kelas terbaik saya saat SMA, Dara Sumareni.

Halao universe. Selamat berjumpa kembali bersama penulis amatir paling kece badai di bumi Kediri, buahaha. Yak, kali ini temanya ga jauh-jauh banget dari tema yang dulu-dulu. Salam kaluters!

Siapa yang lagi ngrasain indahnya ngePHP? Percaya atau tidak, sesungguhnya PHP adalah perbuatan keji yang bisa secara tidak sengaja dilakukan oleh sesorang lho. Tapi bukan itu masalahnya. Yang menjadi problematika manusia era sekarang justru terletak di bagaimana seseorang mengartikan simbol dalam setiap hubungan. Nahlo. Sedikit-sedikit sebagai mahasiswa komunikasi paham juga lah yaa gimana itu hubungan.

Percaya atau tidak, sms, bbm, whats app, twitter, facebook(agak jarang sih), ini bisa jadi unsur pendukung terjadinya kesalahan persepsi tersebut. Dan terimakasih untuk nama yang telah saya sebutkan di atas, Dara Sumareni, yang memberikan saya wejangan tentang mengilhami simbol yang dilontarkan dalam media-media tersebut. Jadi, walopun tulisan ini terkesan sedikit curhat narsis, tapi kalo kaluters semuanya juga ngerasain, pasti miris haha.

Latar belakangnya apa? Ya itu. Karena sekarang titikdua bintang tidak hanya ditujukan pada dia yang menjadi kekasih hati yang terikat dalam ikatan yang hampir suci yang dinamakan pacaran. Tapi sekarang, kayaknya wabah titikdua bintang itu menjadi lebih pasaran dan dengan mudahnya membahana melanglangbuana ke hape kalian. Apalagi kalo datengnya dari seseorang yang kalian tuing-tuingin. Siapa yang enggak seneng? Jangan senyum-senyum yaa kaluters yang ngerasain haha.

Ngga banyak orang serius dengan ahti saat melempar titikdua bintang ini. Bisa jadi itu cuma ungkapan kangen semata buat kamu yang ngga ditemuinya di setiap hari kamis jumat sabtu dan minggu *eh. Kedua, bisa jadi dia memberikan salam penghormatan buat kamu yang udah berhasil ngebantuin doi dalam suatu masalah. Kenapa harus titikdua bintang? Di sinilah peran budaya bermain di dalamnya.

Globalisasi menuntut seseorang berekspresi lebih tentang apa yang dirasakannya, termasuk titikdua bintang tersebut. Mau dibilang salah ya enggak juga sih, cuman sejatinya rada berlebihan aja kalau doi ngelempar emot kayak begituan ke orang yang seharusnya ngga nerima emot begituan. Solusinya kalo udah terlanjur? Ya lanjutin aja. Siapa tau kalian cocok! #yanginimodusbanget. haha. Kedua, dari segi penerima. Kalo titikdua bintang merupakan penebaran ekspresi dari pemberinya, seharusnya saya, eh salah, seharusnya kaluters bisa lah ngikutin permainan dia yang juga terkena dampak globalisasi tersebut. Mainkan ekspresimu di situ. Ngga jaman cuma duduk buat nangis manja kayak begituan cing, mendingan go ahead dan tatap manusia yang kamu yakini bisa mendampingimu lebih baik. Kalau memang menurutmu doi yang menebar emot biadab itu yang terbaik buat kamu, datangi, dan habiskan! tegas, lugas, dan cinta kalian tak akan kandas. weseeeet.

Kaluters percayalah, saat titikdua bintang terlempar, di situ ada secuil harapan dan jalan kecil yang mampu untuk dimanfaatkan.Gunakan kesempatan itu, berjalanlah walau habis terang, eh salah. Berjalanlah walau status itu belum digemborkan. Percayalah akan kekuatan waktu.


Kaluters, sekian dulu cuap-cuap mangap dari penulis amatir paling kece badai di bumi Kediri. Sesungguhnya, menasehati itu lebih gampang daripada melakukannya sendiri #inikode. Sekian dan salam kaluters!

Jumat, 19 Oktober 2012

aku bangga lair karo dadi bocah kediri!

sugeng siang sedoyo rencang-rencang, khusus dingge postingan iki aku bakal ngomong nggawo boso keseharianku, boso jowo kediri. ehehehe
paling lek awakmu moco iki, mesti enek sing mbok bingungne utowo mbok empet, keri-kerine panggah rasan-rasan. paling standart, awakmu bakal ngomong kambek njipuk kesimpulan lek boso kediri iki medhok. tapio hoorrra popooo! justru enek sisi sing iso tak banggakne soko medhok ku iki. salah sijine, aku ijek kejawen :)

lair nek kuto kediri, tanggal 5 agustus 1993. biyen aku nganggepe kuto iki kuto cilik. soale sing tak eruh mek secuplek doko, banjaran, dandangan, burengan, katang, tepus. uripku munyer ndek kono ae. pol-polan rodok adoh titik paling yo piknik karo keluargaku nyang gunung klotok, lupute ngono nyang paggora opo ubalan. lan jujur, aku rung tau blas ngencik opo kui gunung kelud ._. tapi ojo salah nda, aku pueeenguuuen rono. tapi sawangen postinganku sakdurunge iki, semester 3 kui membahana membabibuta melanglangbuana. bzzz

asline aku rodok sensi lek enek bocah opo uwong takok aku, "omahmu kediri ndi?". saikimu, urip ndek doko ancen magak. magaaaaak pol. pol-polan! kabutapen ning tengah kota. dadi lek aku ditakoni uwong, aku sering ngaku kediri tengah. salahe dewe, mindset e wong-wong iki lho, mesti berprasangka lek kabutapen iki menggilankan. padahal, lek aku njelasne, ngerti simpang lima gumul opo ora?


lhadala, yo kui simpang lima gumul. simpang lima gumul iki mlebu kabutapen lho cah, dadi lek aku njelasne omahku cedeke simpang lima gumul, aku ra patio dihina, soale iki kabutapen di tengah kota. paham?

dadi asline aku yo rodok iri lho cah, mosok aku numpang lair tok nek kota terus bapakku mbangun omahe ndek kabutapen. pindone, aku iri kambek wong-wong kota sing pinggiran ngono, sak elek-elek e daerahe, sak mbulak-mbulak e omahe, panggah ae KTPne kota. lak suedih to aku ngrasakne ngeneki. tapi yo cah, percoyo o aku. kabupaten kediri iki sek apik lek dibanding kabupaten kabupaten liane. sek rame, sek megah. setidak e ra sepiro kamseupil. *rodok menghibur diri*. saiki aku ngroso aku dadi rodok gaul ae, aku wes ngerti panggon-panggonane refreshing nek kediri, sudut-sudut sing apik digawe bergaule cah enom, dan kui lagek tak temokne saiki, pas aku kuliah, kesimpulane, selama sekolah, aku nyang ndi ae ndaaaa?-__-

percoyo opo ora, masio KTPku tulisane KABUPATEN KEDIRI, aku sek luweh rumongso dadi bagiane teko kota kediri. aku ra eruh nyapo, mungkin yo goro-gorone ket TK sampek SMA aku sekolahe nek kuto kediri. lagek pisan iki kuliah menclong ke negeri tetangga, masio ngko pengenku aku kerjo mbalek nyang kutoku dewe eneh. dingge majokne opo sing ugung maju, hihi.

oyo, omongne masalah maju orane, tak duduhi yo, kediri saiki wes rame, wes macet, wes berkembang. dobol e, nyapo kok saiki. ra ket biyen-biyene pas aku sekolah -_- ngerti ngono kan aku iso sekolah nek kediri ae, wes hemat biaya, iso nyambi kerjo pisan bzzzz. eh malah curhat, iki lho nda enek pirang-pirang mall sing dibangun ndek kediri saiki. lak ndisek mek enek sri ratu karo golden tok, terus disusul kediri mall, dhoho plaza karo UFO department store, saikio wes enek kediri town square. pertanyaanku panggah, nyapo ra ket mbiyen ae bos _._ kediri town square iki asline luweh elit lho tiwas mall mall ndek kediri liyane. regane nyundul langit, bedo karo kediri mall sing saiki wes dipenuhi manusia monster energy lek malem minggu. saoooedih pol nda! sing sijine, saiki kediri wes enek ramayana dewe. wes ra nggabung. dadio yo ngono, urip maleh golek diskonaaaaaaaan ae -_-

percoyo opo ora, tapi iki tak dudui tenanan, saiki kediri mbangune edan-edanan. krungu krungu arepe mbangun bandara, padahal jembatan karo stadion megahe ae ugung dadi. eh lali, kampuse ub kediri yo ugung dadi, sek enek kampus cadangan gawe perkuliahane cah-cah ub kediri saiki. bzzz yo jolayak saiki pacakane cah-cah sma, termasuk smast, kok wes syip kabeh. aku lak nek sandinge cah-cah smast rodok minder, soale yo kui, aku berasa koyok upik abu di tengah para berlian. bzzzz

ngomongne masalah kuliner, arepe golek kuliner murah sekelas pecel tumpang opo sego bantingan sing uuuueeeenak yo enek nek kediri. awakmu luwe? mek nggowo duit 2ewu setengah? ndang budalo nyang jalan dhoho lek bengi. mulai jam setengah 9an ngono, bakule pecel wes jentrek-jentrek. rasane? kamplengen aku lek misale rasane ra enak. pecel kediri iki istimidut nda, tumpange pedes kambek sedep e wuuuuw ralidok akeh sing kepincut terus kesengsem hahaha.



yo koyok ngono kui lho suasanane cah, jan ngayemne ati lek bengi-bengi nek jalan dhoho iki. terus dingge sampeyan-sampeyan sing seneng karo sego goreng opo mie ayam, nyango jalan dhoho yo iso. lek nek kuto-kuto gedi liyane, sampeyan nemokne sego goreng e nggawe sosis, utowo nggorenge nggawe elpiji, nek kediri horraaa! nek kediri iki yo, nggorenge nggawe areng, jan rasane mantap cyiiin. ojo nyeluk jenengku lek awakmu arepe ngomong rasane ra enak. buzz enak e jiaaan jos tenan!
peh, goro-goro ngomongne panganan aku maleh luwe cah. oiyo lek misale yo pengen junk-food ngono-ngono kui, nek kediri ket jamanku SD wes enek McD, terus disusul KFC, terus saiki PH, resto-resto karo rumah makan elit wes sak ndiayak-ndayak tersebar ndek seluruh sudut kota. dadi ojo kuwatir, sampeyan-sampeyan ra bakal dadi kamseupil nek kene :)


ngomongne masalah sudut kota, aku iki ra ruh sopo PWK ne kuto iki. tapi sing jelas, segmentasine wes sip. contohe ngene, pusat pendidikan di dekek ndek kulon kali, masio ra menutup kemungkinan wong etan kali pengen duwe sekolah apik, dan saiki yo enek. lha sing nek etan kali, kui pusate hiburan kehidupan, koyok mall mall sing tak sebutne maeng, masio panggah ndek tengah kota dadi wong kulon kali ra kadohan lek arepe rono. peh, tapi saiki kediri panas. tapi sak panas-panase kediri, aku jarang tumon uwong nyrobot lampu merah, karo lalu lintas sing berantakan. soale opo, soale dalane kediri ombo dan sek kejawen kui maeng. masio, kadang tapi arang macet mbunderi saben nggon nek kuto.

percoyo o aku, nek kediri iki lengkap. pisan neh yo, lengkap! dadi sembarange enek. masio ora guuuedi, ra membahana, tapi nek kediri iki lengkap! lengkap bagi sing gelem membuka diri :) paham maksudku? lengkap bagi sing bangga urip nek kediri. misale, ndi pantaine kediri? yo ra ngonone nda, lek kui rodok berlebihan, ancen kudu nyang kabupaten tetangga lek pengen ndelok pantai, lek ndek kediri eneke delta brantas kui lho, sing aku pengene sok tak bentuk koyok kanal-kanal nek luar negeri, dadi kenek digawe hiburan masyarakat sing ra ndue duit :) percoyo o aku neh yo, bah kabeh wong ngomong banyu angel, beras langka, elpiji sulit, nek kediri iki panggah ae berjalan seperti biasa. embuh nyapo, paling powere gusti Allah kalian kanjeng rojo joyoboyo menaungi kabeh iki. maturnuwun kanjeng.

sing arep tak omongne neh iki masalah PERSIK, tau krungu? macan putih? iyo, bolak balik dadi juara. itu duluuu tapi *iki rodok nyindir pemerintah* yo aku ngroso kebanggan balbalane cah kediri saiki wes ra diopeni, kasus kono kene, dan aku mek iso ndongakne, bangkito persikku koyok biyen. soale, getih ungu kangen karo ngaunganmu, macan putih sing dibanggak-banggakne. dan bariki kan pemilihan walikota? persik mania kudu iso milih walikota sing dikarepne. dene walikota sing saiki iso mbangkitne, yo dienteni realisasine, lek dikiro ra iso, yo ......................................................... *isilah sendiri* *demokrasi*

yo kui maeng sing iso tak tulis tentang kediri, masio mek titik mugo-mugo iso dadi tombo kangen karo mbukak mripat sampeyan sedoyo. sik ugung tak critakne piye pohsarang, kelud, lan sak panunggalane. waktuku mek titik, tujuanku apik. pesenku. ra enek salahe sekolah nek negerine uwong liyo, gowo jeneng apik e kediri. tapi luwih becik eneh, lek njenegan kerso mbalek rene, ngapik ii opo sing ugung apik, nambahi apik opo sing uwis apik, karo ilmu sing njenengan gadah sak niki. percoyo o, adek-adekmu, anak-anakmu- putu-putumu butuh njenengan, butuh kediri sing luwih apik :)

DJOJO ING BOJO!

Tulisan Miring dari Mahasiswa yang Ingin Bahagia

Semacam kebingungan. Ya, bingung. Semester 3 ini kenapa begitu membahana sekali, Bapaaaak Ibuuuuuk. Banyak tanggungan sana sini yang harus dikerjakan. Banyak tugas sana sini yang harus dibereskan. Banyak duit sana sini yang harus rela dikeluarkan. Dan banyak cinta sana sini yang selalu digantungkan *eh maap*

Teriakan dari seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi Brawijaya semester 3 yang ingin refreshiiiiing! Namun niat saat ini tak sebanding dengan proximity. Apalagi dengan waktu. Allahuakbar, aku masih ingin hidup tanpa beban.

Semester 3, cepatlah berlalu dan diiringi oleh pelangi yang menggantikannya. Aku ingin hidup sehat. Bukan hidup berpeluk tugas. Semester 3, aku ingin cinta, setidaknya untuk teman begadang ngerjain tugas *eh salahfokus -____________-*

Minggu, 14 Oktober 2012

sajak tak beraturan untuk ayah yang kubanggakan





Lelaki tampan yang kukagumi. Dalam setiap tegas garis tubuhnya, menyimpan cinta yang selalu kuagungkan. Matanya yang coklat, karenanya aku tampak luar biasa. Hidungnya yang sempurna, bagiku lumrah wanita jatuh hati padanya. Ya, dia ayahku. Ayah yang kuat dan hidupnya keras. Dalam diamnya dia tegas, dalam marahnya dia mengasih.

Lelaki tampan itu menimangku hingga 5 tahun. Memberi kecupan dan asupan cinta yang berlebihan kala itu. Lelaki tampan yang belum bekerja, seorang sarjana administrasi negara yang merana. Namun kala itu ia bahagia, anak sulungnya tumbuh semakin istimewa.

Lelaki tampan yang kucintai. Mereka bilang kau jahat. Mereka bilang kau galak. Dan segalanya sempat berubah kala aku mendengarkannya. Dan segalanya semakin kuyakini saat kurasakan sandal melayang ke pipiku saat tak kudengar perintahmu. Hingga suatu masa, aku semakin yakin. Kau lelaki keras yang seram menurutku.

Dalam serammu kau mendidikku selama bertahun-tahun. Memberikanku gambaran akan arti hidup ini. Contoh kecilnya, menyuruhku untuk memilih sebuah perguruan tinggi dalam seleksi SNMPTN Undangan yang akhirnya..... aku tidak diterima. Kemudian dalam bingungmu, kau mengupayakanku untuk mendapatkan yang terbaik. Aku tahu, walaupun dalam sindir dan emosi yang sempat kau luapkan saat aku memilih untuk melanjutkan kuliah di salah satu universitas yang tak kau sukai.

Lelaki tampan itu..... Menangis. Saat ia tahu namaku tertera sebagai calon mahasiswa ilmu komunikasi brawijaya melalui snmptn tulis. Walau tak ditunjukkannya kepadaku, namun telingaku terlalu sensitif untuk mendengarkan ungkapan bahagia itu. Ungkapan yang lama tak kudengarkan. Ungkapan yang membuatku yakin apa itu cinta.

Suatu ketika, saat dokter menyatakan infeksi lambung ini sudah parah, lelaki tampan itu memberikanku semangat, bahwa aku harus berdiri tegap di atas penyakit yang selamanya kuderita. Lelaki tampan itu (sedikit) berhasil menghipnotisku. Dengan sigap, kembali aku dalam kehidupanku. Saat itu, bagiku kaulah power hidupku.

Waktu berjalan begitu cepat. Hingga kini, lelaki tampan itu menemui kenyataan yang tak sewajarnya ditemui oleh lelaki sehat sepertinya. Sel kanker yang dikandungnya, membuatnya lemah tak berdaya. Tak lagi keras, walau pandangannya masih tajam sesaat. Lelaki tampan itu tak sekuat biasanya.

Beberapa waktu kuputar kembali. Mengingatkan bagaimana ia menimangku dengan cinta yang ditransfer melalui wajah tampannya. Hingga kuteriakkan, ayah harus semangat! Meja operasi bukan final kehidupan. Ayah punya keluarga, ayah jangan menangis walau lelah! Dan kini kutau, ayahku tak sekuat petuah yang diberikannya kepadaku. Entah karena apa, mungkin karena sakit yang dideritanya mahadahsyat rasanya.

Lelaki tampan, aku hanya ingin engkau mengetahui satu hal. Dalam usiamu yang masih muda, aku ingin menjagamu agar kau tak lelah. Dalam jalanmu yang semakin membungkuk, dalam perutmu yang semakin membesar, dalam tubuhmu yang semakin kurus, aku tetap membanggakanmu sebagai lelaki tampan yang kucintai dan kubanggakan. Aku hanya ingin menciummu dengan tulisan ini. Dengan bumbu tangisan ini. Agar tak ada kesedihan yang kau ketahui. Agar kau tahu, aku disini untuk menjagamu, seperti 5 tahun yang kau berikan penuh untuk menimangku dengan cinta. Ayahku, jika suatu saat tulisan ini berhasil kau baca, ketahuilah dalam bisikmu aku bahagia. Aku ingin kembali melihatmu tersenyum, walau kutahu tak semudah itu kau membunuh rasa sakitmu. Ayahku yang kubanggakan, selamanya engkau terang di langit hidupku yang indah.

Minggu, 23 September 2012

Pelajaran Hidup yang Teramat Berharga ;')

Selamat pagi dunia. Selamat berhari minggu ceria :')
Sudah sekian lama nggak berseteru di area penulisan blog, kali ini saya kembali dengan segenap hal yang tidak bisa untuk dipendam, sendiri.

Hari minggu, 23 Septermber 2012, hari ke 7 ayah menginap di rumah sakit ini. Banyak kejadian yang bisa dijadikan pengalaman dari sini. Menjadi hal yang dapat diperhitungkan ke depannya lagi. Meja operasi... Ternyata lebih seram dari apa yang kubayangkan sebelumnya. Mungkin karena operasi besar yang di derita ayah dan rasa sakit yang ditahannya berhari-hari. Aku mengenal ayah sebagai pribadi yang tanguh dan kuat menahan rasa pedih, tapi ini? Oh, sepertinya rasa sakit menguasai segenap ketangguhannya.

Sempat drop dan ayah merasa ada yang menarik-narik badannya, membuat saya dan keluarga sempat shock, bingung, dan miris hati saat melihat beliau kesakitan, dan saat itu tiada tempat untuk berbagi tangis selain Allah. Saat itu, masjid adalah area dan diary yang paling leluasa untuk menumpahkan tangis tentang pelik hidup ini :'). Sendiri. Sepi. Kalut. Dan, semoga Allah masih setia untuk mengingatkan kelalaianku seperti ini.

Pada hari ketiga, salah satu hal yang membuat saya sedikit senang adalah ketika ayah mendapatkan teman sekamar yang juga menderita sakit yang sama. Bahkan lebih parah. Ya, tumor ganas. Beberapa hari dalam sebulan sekali beliau harus ke Kediri untuk melakukan kemoterapi. Katanya, di Semarang belum ada fasilitasnya. Namun ada yang membuat saya salut kepadanya, kegigihannya. Tiada keluhan, tiada kesedihan, dan tiada tangis yang beliau teteskan. Banyak tutur kata yang bisa dijadikan pelajaran kepada kehidupan saya dan keluarga. Salah satu yang membuat saya tersentuh adalah, "saya nggak pernah berusaha ngasih makan anak saya yang bergizi mas, yang penting saya ngasih makanan yang halal". Itu yang selama ini dilakukan ayah saya kepada keluarga kecil ini. Haru, ketika melihat ayah saya terbaring lemah dengan wajah sangat pucat melihat kanan kiri dengan tatapan mata coklatnya yang teramat kosoong.

"Mas, sekarang mas fokus saja semangatin bapak"
Ya, itu perkataan bapak sekamar yang sampai saat ini saya belum mengetahui siapa namanya. Semangat? Ya, walaupun saya sendiri terkadang kehilangan semangat untuk hidup. Namun bapak itu dengan gigih terus memberi pengertian kepada saya, tentang bagaimana kondisi seorang ayah yang membutuhkan anak dan istrinya untuk tetap di sampingnya. "Beruntung bapak sampean punya anak yang mau berkorban untuk ayahnya", ya, berkorban waktu :') mungkin hanya itu yang mampu saya berikan kepada ayah selain doa dan semangat yang saya paksakan.

Hal terbesar yang mampu saya ambil dari sini adalah betapa cara Tuhan mengingatkan bagaimana agar hambanya kembali mengingatnya dengan tertatih. Betapa cara Tuhan memberi meringatan hanya dengan sentilan lirihnya, dan kini biarkan Tuhan bekerja dengan apapun caranya dan kami menunggu hasil lab tentang tumor yang diderita Ayah. Dari ayah, tak gentar jika harus menghadapi tumor ganas untuk kemoterapi dalam waktu 6x. Setidaknya, hal ini untuk pendewasaan diri kami semua yang sempat lupa akan Tuhannya :')

Sabtu, 15 September 2012

The Power of BestFriendship

Setelah sekian lamanya vakum di dunia penulisan blog karena beberapa masalah yang menggeluti diri, batin, dan nurani, alhamdulillah bisa berkesempatan untuk menuliskan keluh kesah tiap harian di sinikembali. Give thanks to Allah! Huehhe.

Akhir-akhir ini memang santer masalah datang dan pergi dalam kedilemaan hidup. Yak, apalagi kalo bukan keluarga kecil yang kucintai ini. Banyak keluh kesah dariku, atas kesehatan orang tuaku. Ayah. Hari ini adalah detik-detik menjelang hari H, jam J, menit M, dan detik D ayah di operasi. Tentunya karena penyakit tumor di perut yang bagiku sudah merupakan penyakit hebat yang cukup menghancurkan mood-ku akhir-akhir ini. Beruntung sudah adikku yang paling cantik sudah sembuh dari luka, bengkak, dan kesalahan otot akibat kecelakaannya beberapa waktu yang lalu. Setidaknya, mengurangi beban pikiran yang sudah sumpek dan penat. Hampir tidak mampu untuk berpikir lebih baik dan tenang.

Mami. Dialah Ibu kesayanganku. Malaikat terbaik yang sudah dikirimkan Tuhan untuk mendoakanku dalam doa-doa yang selalu terucap dalam setiap perkataannya. Beliau adalah olah ter-porak poranda saat ini. Sering tidak tidur di malam hari, dan berpikir keras di siang hari. Tentunya, dengan tangis miris yang selalu menemaninya akibat penyakit ayah ini. Alhasil, terkadang sakit juga menyerangnya. Lalu, siapa tega? Anak mana yang mampu melihat Ayahnya sakit seperti ini dengan keadaan Ibunya yang sudah hampir rapuh?

Disinilah aku. Menempati sisi dimana harus berdoa dan bertindak di luar batas kewajaran. Dalam diam, dalam tulisan, kudoakan ayah mendapat kesehatan yang jauh lebih baik dari hari ini dan sebelumnya. Dalam diam aku mencoba mendoakan ibu agar tak dikuasai oleh rasa panik dan penuh kebingungan. Walaupun, percaya atau tidak, sebenarnya aku tak sekuat ibu dalam menjalani ini semua.

Lalu? Siapa yang memberikan ketegaran kepadaku? Tidak mungkin kutunjukkan segala kegundahan hati ini pada keluarga kecilku. Kemana aku lari? Tante, Om, Eyang, dan tidak lain tidak bukan........ Bestfriend!

Memang tidak mudah untuk berkata, kamulah best-friendku. Setidaknya untuk saat ini, kondisi rapuh membuatku tidak tau apa itu berfikir secara jernih. Blank! Bahkan enervon-C pun tidak mampu mengembalikan konsentrasiku. Huaaaa. Tapi setidaknya, merekalah yang memberikan suntikan semangat terindah kepadaku. Dengan hujanan "cepat sembuh ya buat ayahmu" atau "GWS buat ayahmu" dan malah "GWS Om Hadi Purnomo"  setidaknya mampu mengembalikan kepercayaan bahwa saya tidak sendirian.... Thanks :)

Mungkin tidak berhenti di situ saja, karena hidup adalah tentang sebuah proses. Maka, dalam menjalani hari-hari, adalah mereka yang memberikan lelucon, dan sejumlah komedi yang membuat saya menjadi lebih tegar lagi. Termasuk mereka. Ilmu Komunikasi Brawijaya 2011, hujanan mention, BBM, sms, yang selalu memberi semangat, bahkan menanyakan kondisi saya dan keluarga saya. Padahal, jika dipikir, emang mereka udah tau kayak apa keluarga saya? Sampai sebegitunya memberikan suntikan semangat seperti ini. Tapi..... Itulah yang disebut dengan the power of BestFriendship. Rasa saling percaya :)

Jika membicarakan masalah bestfriend yang saya miliki, ah, terlalu banyak jika harus menyebutnya satu-satu. Mereka ikut mendoakan kesehatan Om Hadi dan kestabilan keluarga saya. Memberikan saya saran dan kesan saat pikiran jernih tak mendominasi otak ini. Entah itu tebihers, Makuta, FST, rivana cs, SEMBILAN H, SMAST 2011, geng bodir, DCASN, UBFM, atlet-atlet voli, dan yang lain yang memberikan saya pemikiran yang bagi saya "lain" banget, tapi itulah pikiran terjernih yang mungkin sekarang belum saya dapatkan. Itulah The Power of Bestfriendship dari mereka..... Pikiran jernih yang menentramkan hati :)

Dengan segala doa yang sudah tersampaikan, semoga Allah mendengar dan membalas segala kebaikan yang telah kalian berikan, guys. Salut, kagum, dan haru bercampur menjadi satu. Tapi itulah yang menyebabkan saya "tatag" dan lebih siap untuk mendoakan kesehatan ayah saya dan menjaganya. Karena.... The Power of Bestfriendship :')

Sabtu, 01 September 2012

PHP? Mmmmmm.... Ga takut lagiiiii :D

Halo gaulers dan galauers! *eh -_- berjumpa kembali bersama penulis aneh, alay, singkat, dan kadang tidak jelas yang satu ini, ihihihih. Semacam kedinginan juga ya nulis di tengah malam kaya gini, tanpa kopi dan tanpa teman penambah inspirasi. Katanya sih, tadi ada yang mau nemenin, tapi ternyata, udah ditinggal tidur duluan ~

Anyway, itu baru yang dinamakan salah satu tindakan yang kurang menyenangkan dari PHP-ers.  Memang harus ada janji yang terucap sebelum segalanya binasa oleh janji manis kias semata *halah. Huahaha. Oh iya, ternyata ya, PHP itu singkatanya banyak banget lho, tapi yang dibahas disini adalah pemberi harapan palsu. Hmm, namanya juga masih muda, ya cinta-cintaan kaan objeknya :))

Kembali mengacu pada tulisan diatas, "namanya juga masih muda", yang muda yang ceria, yang muda pejuang bangsa. Baguslah sudah ya gaes kalo kita sebagai pemuda memiliki taktik dan strategi masing-masing dalam hidup, namun ada satu yang sering kelupaan, kadang kita hanya memikirkan apa yang tampak dalam diri kita hari ini, dan melupakan sesuatu yang terjadi di panjang hari kemudian. Paham ngga maksudnya? Mmm, gini sudah. Pernah gak kalian menangis saat kalian ngga diterima SNMPTN Undangan? Disitulah letak permainannya. Beberapa orang berhenti di titik "sabar dan legowo", dan sebagian lain lanjut ke titik "frustasi dan depresi" padahal kaan, hidup ngga berhenti di satu hari. Pengaruhnya? Memang banyak faktor yang mempengaruhi kemana manusia bisa mengkategorikan dirinya ke dalam 2 ciri tersebut. Dan, faktor yang paling besar berpengaruh adalah psikologis, dan bagi saya, persepsi adalah jawabannya. Kekuatan persepsi yang begitu membara, kalau penggunaannya benar dan dilakukan secara terus menerus, tentunya ketegaran diri dan kehebatan-kehebatan yang lain dalam diri kita akan ikut muncul lho gaes. Dan itulah kenapa, kamu bisa mempersepsikan kalo diri kamu, saat ini adalah korban PHP. Dan dari contoh ngga keterima SNMPTN Undangan itu tadi, kamu bisa mengevaluasi itu semua kok. Jangan lupa kalau masih banyak jalan alternatif di luar sana. Hidup tidak berhenti karena itu aja kok gaes, kamu jadi korban PHP? Ya balas dendam lah! *eh

Mungkin daripada tulisan ini mbulet dan objeknya meluasnya berlebihan, saya jelasin yaa. Kebanyakan di era kegaulan saat ini, remaja dan para pemain cinta mencintai kata PHP. Ya, dikit-dikit dikecewain bilang PHP, ga sreg dikit bilang PHP. Dan itulah kemelut dari diri mereka sendiri. PHP adalah kemelut dari diri mereka sendiri Lanjut gaes, ke contoh SNMPTN Undangan tadi. Dia ga bisa disebut sebagai salah satu PHP-ers lho, karena SNMPTN Undangan tidak pernah menjanjikan kepada pendaftarnya untuk LOLOS! Dan di situ letak kunci permasalahan remaja saat ini. Persepsi remaja saat ini, terutama buat kaum PD-ers, adalah "semua mata tertuju padamu". Persepsinya bisa salah di sini, terlalu membahana kalo kamu bilang kamu pesona harian lingkunganmu. Gunakan persepsi "Aku istimewa, dan cukup di sini saja" dan mainkan perasaan malu-mu, kemungkinan besar jiwamu akan segera terobati. Ah sadaaap! Seperti kalo kamu membaca buku berulang-ulang, menurut kamu tetep ada aja kan bagian yang belum tebaca? Ya, itulah persepsi dalam bahasa yang lebih rumitnya.

Contoh yang lain. Pernahkah seseorang yang kamu idolakan melempar senyum manisnya di hadapanmu?. Pasti langsung berbunga-bunga ya? Seolah-olah bagimu, dia mengerti apa yang kamu rasakan. Dan tepat di ujung itu kamu bagaikan seseorang yang diharapkannya untuk juga mendampinginya? SALAH gaes! Itulah kenapa saya bilang hidup tidak berhenti di hari itu saja. Masih banyak hari yang harus kamu pertimbangkan untuk melangkah dengan lebih menawan. Ayooo persepsikan saat itu hanyalah buaian semata dari sang Ilahi. Tidak salah untuk melempar senyum balik, setidaknya untuk membalas sapaan hati, namun, bentengi diri, karena itulah senjata agar kamu tidak terjatuh tersungkur saat menemukan dia sudah bersama yang lain. Dan itulah benteng agar kamu tidak menjadi manusia yang dikit-dikit pasang status "Ah, di PHPin dia :("

Dan jika ternyata kamu sudah merasa hal itu sudah terjadi sebelum kamu membaca tulisan ini, maka putar kembali posisi itu, kembali mainkan persepsi "Aku istimewa, dan cukup di sini saja". Istimewakan dirimu sendiri, untuk dirimu sendiri!! Rutinkan, dan kamu akan balik mem-PHP orang lain hiahahahaha hiiiiahahahaha *ketawa ala nenek lampir* *yagak gitu juga kaliii -_-*

Sebenernya gaes, maksud hati tulisan saya ini tadi adalah ingin membuka sesuatu yang belum terbuka *eh huaha jadi saya ingin kalian melihat yang belum kalian lihat tapi sebenarnya kalian bisa melihatnya dari dulu. Ya, inner, Evaluasikan diri kalian setiap peristiwa, karena PHP sebenernya adalah permasalahan yang bermula dari ke PD an dan itu terjadi di dalam diri kalian sendiri. Bukan maksud hati ingin menghentikan rasa percaya diri kalian, namun percayalah, segalanya itu harus dibentengi. Karena sesungguhnya, dunia tidak menginginkan akan terjadinya bedol desa manusia alay yang selalu menyalahkan orang lain (dalam hal ini, PHP adalah salah satu seni menyalahkan orang lain juga) ~ berhenti untuk menyalahkan orang lain sebelum menyalahkan diri sendiri ya gaes, karena "Aku istimewa, dan cukup di sini saja". Babaaay dan semoga tulisan kecil yang penuh makna kalo dibaca dengan tulus ikhlas ini bermanfaaaaaat :)))'


~~~ ini bukan owntalk maupun curhat pribadi yang menggebu-gebu, ini hanya tulisan krik-krik yang menimbulkan kecanduan dan penyakit rindu menahun ~~~

Rabu, 29 Agustus 2012

Senja dan Segala Kesenduan

Senja di ufuk barat. Kulihatnya masih setia dengan gunung itu. Kulihatnya diam, kulihatnya sendu. Kulihat diriku sendiri, gundah dalam sendu. Aku tak sesetia senja itu. Aku tak semenarik gunung itu. Segalanya sama. Diam dalam harapan.



Kali ini aku mengalah. Tiada ruang yang larut dalam sebuah kebahagiaan. Inilah kala senja. Kala aku bersetubuh dengan kesenduan. Kesenduan yang kubuat sendiri, tentunya dengan bumbu masa lalu.

Kesalahan? Ya, mungkin itu. Hidup ini terlalu berdiorama. Aku tak mampu menebak cikal kepahitan itu, cikal kenestapaan itu. Ya, inilah aku dengan segala kesenduan. Masih rindu, namun tak seperti senja dan gunung itu.


Tarian ilalang bumbui bimbang. Kali ini tiada ruang untuk beradu kembali. Tiada ruang untuk mengerti lebih mengerti. Aku hidup tanpa atap. Lebat di atasku, dingin di bawahku. Dan aku tak kuat. Karena aku masih tak layak senja dan gunung itu



Usah kusimpan lara ini. Hanya sendu yang kubiarkan menari-nari dalam pikiran tanpa kejelasan. Biar kuartikan dalam ketimpangan hidupku sendiri. Menari, dalam kesenduan. Mengerti, dalam kebodohan. Dan hingga fajar kembali lagi. Aku masih beku dan belum mati. Menunggu senja tak bersama gunung itu lagi,

Aku ingin menggantikan gunung itu. Diam, dan dihampiri sang senja. Bahkan, si balita pun tau, sang senja memeluk gunung itu dari belakang. Sang senja tenang di balik sang diam. Sang senja terpejam di tempat kebahagiaan. Dan sekali lagi, aku ingin menggantikan gunung itu

Selasa, 21 Agustus 2012

akulah kebodohan!

Temaram dan maghrib
berbalut sebuah pesakitan
yang berlari di sudut kota tua

berhenti dia sejenak
di ujung perempatan dia terjatuh
mencari kawanannya
yang perlahan menghilang

dia kembali ke jalan sebelumnya
sejengkal dia berlari ke masa lalu
mencari kawanannya
mencari kemana ia ditinggalkan

sejenak malam meradang
maghrib ciptakan garis penenggelam hari
dia menangis
terbenam bersama tarian rembulan petang

dia berhenti sesaat
menyadari jalan yang tadi ia lewati
menangis berbalas
dia lupa tempat dia melaju tadi

dia kehilangan waktunya
tak bersambut lagi dengan sebuah kebahagiaan
direngkuhnya penyesalan
dia tertahan di jalan sebelumnya

dialah aku!
dialah yang kehilangan jejak indah di masa depannya
dialah kebodohan!
dialah yang berjuang untuk menemukan masa lalunya
dan akulah kebodohan itu!

Minggu, 12 Agustus 2012

Curhatan Mahasiswa Bodoh Jurusan Ilmu Komunikasi

Syelamat pagihhh gaeees! Sudah lama yaa Nandha gak hadir di ruang baca kalian semua. Huahaha. Sorry, Nandha masih sibuk sama pekerjaan kedua niiih. Yap, volly! Emang susah kalo kita hidup di beberapa dunia dan kita mencintai semuanya. Ga bisa ditinggalin, ya ga? Huahaha

Di subuh setengah pagih ini, sebenernya bukan waktu yang cocok buat nulis, tapi waktu yang cocok buat berbagi kebingungan, huahaha. Seseorang pernah ngeramal saya di beberapa tahun yang lalu. Katanya, saya itu tipikal orang yang selalu memikirkan sesuatu sebelum tidur. Jadinya, ya kaya gini deh. Tadi tuh niatnya mau tidur, tapi karena kepikiran sama sesuatu, ya.. katakan selamat tinggal pada kasur. Babaaaaaaayyyyy!!!!!

Jadi gini nih, kira-kira udah genap setahun saya jadi mahasiswa Ilmu Komunikasi, tapi kenapa ya kok tetep aja saya gak bisa tampil elegan. Gak bisa tampil yang sesuai normalnya orang berdasi gitu looh. Kok tetep aja slengekan. Beberapa waktu memang dipaksa buat dandan ala-ala eksekutif muda yang pake pantovel gitu. Cocok sih cocok, tapi semacam ga ada feel buat kesana. Apa iya saya gagal? Apa iya saya harus berusaha buat terus nyamanin diri kayak gitu? Ah -______- Seseorang pernah bertanya, sampai kapan seneng pake kaos, sampai kapan seneng pake sepatu kets? Dan seperti ada penuntun, saya cuma bisa bilang, gaktau, mumpung sekarang masih bisa pakai. Lalu, seseorang itu bertanya kembali, kalau misal mulai sekarang disuruh buat stop pakai sepatu kets, terus kudu pake pantovel? Mmmmm..... Saya hanya terdiam membisu dengan mimik wajah yang kebingungan. Terus harus gimanaaaa??????



Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, di tempat lain seseorang bertanya kepada saya.
Nan, emang anak komunikasi harus gaul ya? Udah sedikit kegirangan, berarti dalam benaknya, saya ini gaul! haha gaul lhoo. Dan dengan penuh percaya diri, saya menjawab.... Yaiyadong, kan anak komunikasi harus happening banget, gak boleh kudet, apalagi kuper. Terus, dengan tak terduga, doi ngomong. Oh, pantesan ya ngetweetnya los banget. Banteeer!
-________- damn! Paham maksudnya ga sih? Jadi maksudnya bilang kalo saya ini jago nyampah? Gitu ya bos? Huh. Sbenernya bingung lagi sama rangkaian kesimpulan ini. Satu sisi, emang nyampah itu gak banget, dan anak komunikasi gak boleh kayak gitu! (ya gak sih?) hem. Akhirnya, dengan sedikit putar otak, dengan sigap tanggap dan piawainya saya mulai mencurahkan isi hati, halah!
Jadi gini, kalo anak komunikasi nyampah, ya emang sampah yang berkualitas, yang berguna, yang dibutuhkan banyak orang, apalagi kan nyampahnya di socmed, yang ngonsumsi banyak, mau gak mau emang harus mikir dulu sebelum nyampah. Gak sekedar curhat gitu deeeeh.
Mungkin doi rada terketuk ya mendengarkan kotbahku itu tadi :" tapi tiba-tiba doi bilang... Ooooh jadi ga boleh curhat yaaaaa. Oke deeeeeeh. Doi bilangnya sih sambil senyum gitu. Dan ga lama kemudian, saya baru sadar kalo beberapa menit yang lalu saya baru curhat dan galauin mantan di twitter -__- oh damn! omongan saya dibeli deh laah.
Seperti dua kali merasa bodoh, saya ya cuma bisa nyengir gak jelas. Udah ga bisa tampil elegan, doyan nyampah, apalagi yaa yang ga ndukung jadi mahasiswa komunikasi yang bener.. Hmmmm. Kayaknya masih banyak deh gaes. Oh iya, ini bukan sekedar curhat kan? Ini juga informasi kan! Yak, bener! Informasi tentang diri sendiri. Yaudindaaang, mau gimanapun, ini namanya juga proses belajar. Proses yang menjadikan kita lebih baik dari sebelumnya. Kesimpulannya, mahasiswa komunikasi selalu mempunyai alasan yang jelas untuk melakukan sesuatu dalam hidupnya, termasuk, untuk mengelak dan membela diri. *jauh banget yak* huaha

Gaes, kayaknya segitu dulu deh yang Nandha kasih tau buat kalian tentang hidup ini. Sebenernya makna terselubung dari tulisan di atas adalah tentang evaluasi diri juga lho. Hihihi. Oke gaes, stay young, and be wise! Love, Nandha

Minggu, 29 Juli 2012

Malam itu kejam! Malam itu murka!

Ada yang terbangun di tengah peliknya malam, dan menganggap inilah seni kehidupan?
Ya. Kehidupan malam itu keras. Bahkan sangat keras, bagi si rabun yang tidak mengerti apa itu arti sebuah percaya diri.
Aku percaya tentang seni kehidupan. Walau aku tak sanggup untuk merangkainya sendiri. Aku percaya dengan sebuah kekalahan. Walau aku tidak tercipta untuk gampang menerimanya.

Lalu, apa itu kehidupan malam bagiku? Itukah sebuah angan? Atau bahkan, jalan kebahagiaan? Sepertinya, sendiri masih lebih baik.



Kalian diam di saat aku menang, dan mencaci aku disaat aku terjatuh tersungkur dengan sangat memalukan. Bagiku, kalian hebat. Butuh mental yang kuat untuk menghakimi orang lain dengan caranya sendiri. Namun tidak bagi yang lain, yang menganggap hal itu hanya sebagai sebuah umpatan pecundang.

Mungkin kali ini aku diam. Hanya menerima sebuah kenyataan tanpa mengetahui jalan terbaik yang seharusnya mampu untuk diperbaiki. Inilah malam. Inilah kekejaman. Disaat kamu berniat untuk mengepakkan sayap, bulan tak memberi cahaya yang cukup untuk membuat dirimu kuat.

Dalam hina, aku hanya mampu berkata, aku ingin menerobos kepahitan ini. Memberi ruang bagiku untuk bersyukur, walau aku sendiri tak tahu apa yang harus kusyukuri. Memberi dendangan hati yang lara, walau harus menyanyi dengan tertatih jua.

Inilah malam, kelam! Itulah sahabat, cinta. Tak ada yang mampu menguatkan selain hati nurani. Mungkin salah satunya adalah keprihatinan. prihatin atas kenistaan diri. Sepi, sendiri, dan perlahan, mati.

Aku ingin berlari dari kegelisahan malam. Bukan tuk jadi pecundang. Aku hanya ingin memberi ruang kepada mereka, untuk melihat sejauh apa lompatannya bertahan. Untuk melihat sepiawai apa kepakkan sayapnya. Dan untuk meliat, seindah apa tarian malamnya. Bagiku, malam memberi ruang yang cukup untuk menangis. Bagiku, malam memberi waktu yang tepat untuk mengemis.

Akulah hasil dari masa laluku. Yang takluk akan malam, yang takut akan keheningan. Dan kini aku tahu, malam berhasil mempecundangi relungku dalam sesal yang akan kusimpan panjang. Bagiku, malam belum cukup baik untuk diriku sendiri.

Aku ingin temaram itu murka, aku ingin cahaya itu lelah! Lelah menyinari malam! Agar malam merasakan hal yang sama denganku, dibuang! Ya, dibuang tak berguna! Aku ingin malam tahu, apa jadinya dia tanpa temaram. Apa jadinya dia tanpa rembulan. Dan aku ingin malam menyembahku. Menyembahku melebur kesombongannya.

Malam memang hina. Seperti tamparan keras saat aku dikalahkannya. Dan malam masih menikmati sisa waktunya. Sebelum malam tiada, sebelum malam binasa. Malam sirna. Malam itu kejam! Malam itu murka!

Sabtu, 28 Juli 2012

tulisan busuk! BODOH!

Seperti mengunyah kotoran ayam! Mungkin itulah yang mampu menggambarkan suasana kehancuran hati yang di sia-siakan. Banyak hal yang tak urung dibicarakan, diungkapkan, dan ditunggu jawabannya. Salah satunya, cinta!

Menunggu bintang jatuh? Lebih tepatnya menunggu kiamat datang mungkin, untuk berani mengungkapkan isi hati. Alasannya? Belum berani. Apakah hidupmu terlalu berani untuk menyimpan sebutan pecundang?

Ada secuil waktu yang mampu digali. Mengundang arti dari sebuah kedewasaan diri. Membawa hati yang sudah lama terpenjara. Apakah harus mati? Apakah menyiksa jika menyimpan rasa dengki?

Sejatinya, 4 tahun membuatku mengerti. Bahwa aku ini makhluk bodoh. Yang belum cukup pintar memanfaatkan waktu. Mungkin, tahun depan aku akan menulis, "5 tahun yang lalu.............". Dan hingga aku hanya tersisa ruh saja, akan menulis, "dulu waktu ku masih hidup........." BODOH!

Seperti berdiri di atas kepala sendiri. Bahkan kaki-pun mampu menduduki otak ini. Yang seharusnya mampu bekerja untuk memperbaiki kisah hidup. Namun hasilnya, tak lebih baik dari sekedar sampah non-organik yang hidupnya terkatung-katung.

Aku heran dengan beberapa orang ini! "Oh mantanku......"Oh masa laluku......." lalu? Dasar bodoh! Waktumu akan terbuang sia-sia jika hanya menyesali tanpa segera memperbaiki. Sejatinya, masa lalu sifatnya lebih tajam daripada masa baru! Dan aku termasuk dalam golongan orang bodoh tersebut.

Lalu! Apa yang dimakan cinta? Itulah pertanyaannya. Waktu, dan kebodohan? Saat ini, itulah jawaban terbaik. Tentunya, untuk manusia yang mampu berpikir dengan hati. Yang tidak kampungan!


Kemudian, apa itu rindu? Rindu adalah cerita.. Tentang sebuah pembuangan waktu, yang terkadang hanya sia-sia. Kecuali, untuk manusia alay yang setiap detiknya ingin dijamah orang lain.


Lalu? Cinta dan rindu? Sepertinya. Hanya milik manusia batu yang kampungan, dan selalu ingin dijamah orang lain!

Senin, 23 Juli 2012

Curhatan tentang masa lalu yang tertinggal

Haaaaassssalamualaikum guys! Happy shaum every moslem!
Ini puasa ke-3 dalam ramadhan 2012. Dan hari ini, my favorite singer is coming baaaack! Yuhuuu. Nazril Irham :)
mungkin beberapa dari kalian mikir, apasih istimewanya Ariel, apasih bagusnya dia. Tapi bagiku, Ariel sedikit banyak ikut nentuin jalan hidupku sekarang. Gimana sosoknya mampu ngasih suntikan semangat buat berkarya, dengan lagu-lagunya.

Dialah pecinta Kahlil Gibran. Maka tak heran kalau lirik-lirik dalam lagunya mengandung ungkapan penuh makna yang membangun sebuah kias tersendiri bagi para pendengarnya. Begitupula saya! Lirik lirik lagu yang tercipta dari tangan penuh kreasi Bang Ariel ini ikut membumbui hidup saya. Mampu membawa angin kemana saya akan hinggap *wessseeet! Haha. Sebenernya bukan Ariel yang sangat saya tunggu di sini, tapi Dia! Dia yang saya tunggu untuk kembali!

Saya masih mengingat 4 tahun yang lalu :) tepat saat sosok yang tangan dinginnya mirip Bang Ariel ini datang dalam hidup saya. Memberitahu saya bagaimana cara untuk hidup dan untuk berbenah. Hingga akhirnya saya sadar, bahwa hidup ini sangat indah jika kita mampu mensyukuri apa yang kita punya.

Adalah dia. Saat itu, dia yang sangat saya punya. Dimanapun, tempatnya mengaung dalam pikiran ini. Adalah dia, yang memberikan saya ruang untuk mengenal cinta. Adalah dia, yang memberikan saya sedikit waktu untuk merindukan apa itu cinta.

Hari yang sempurna pikirku. Saya mencintai dia, lagi-lagi dngan bumbu lagu-lagu indah dari Bang Ariel. Mencintai dia, "kakak" :)

Di sudut subuh itu, dia di sini, memperhatikanku, dan tak membiarkanku pergi.
Di sudut subuh itu, dia meronta, dia bertanya, kenapa aku murka.
Di sudut subuh itu, dia mengajakku bersama, memulai cinta, dalam lelap yang tak selamanya.
Hingga, akhirnya kumencintainya, lebih dari kumencintai sudut subuh itu!

Mungkin terlalu naif jika saya akan membeberkan semua rasa di sini. Biarlah sudah semua mengenal saya sebagai seseorang yang paling susah untuk move on. Biarlah sudah mereka menerka saya di sudut saya sakit hati. Dan mereka mengenal kesedihan saya, tepat di saat dia pergi. Dia bukannya pelaku PHP, dan kejahatan keji semcamnya. Dia mencintai saya apa adanya. Ya, sampai dia sadar, tentang sebuah kisah yang salah.

Mungkin saya tidak mampu merubah kisah ini menjadi kisah yang benar, hingga meminta dia kembali kesini, untuk bersama kembali. Tapi, inilah sebuah kisah yang tertinggal. Kisah seorang abu, yang terus menunggu masa lalunya berkembang. Banyak orang menyebutnya cinta, menyebut sebuah perasaan ikhlas, ketika orang yang kita cintai, lebih bahagia jika bersama orang lain, apapun alasannya. Dia tidak salah. Tidak membunuhku dari belakang. Tidak menusukku perlahan. Tapi dia terlalu sempurna. Terlalu sempurna jika harus menjadi abu sepertiku di sini.

Nanti, di saat terang sudah menjalar ke seluruh plosok bumi, mungkin abu-abu masih akan hinggap di diri ini.
Menanti kelemahan hati untuk menjadi salah satu bagian yang terlupakan dari sebuah dunia yang pernah dijalani. HAP HAAAP HAP HAAAAP! tangkap. tangkap! :D

Kamis, 19 Juli 2012

Mereka Bilang Saya Tidak Berbakat!

Selamat siang saudara! Ini memang bukan maghrib, tapi saya sedang punya topik untuk diulas hahah.

Hidup di tengah-tengah masyarakat yang judgement itu antara bahagia dan tidak :) ini bukan curhat semata, tapi bagaimana saya menyampaikan segalanya yang saya lihat dengan blog ini.

Mungkin beberapa diantara kalian pernah merasa diasingkan? Itulah fase yang paling menyebalkan dalam sejarah perkembangan kepribadian dan hati nurani, right?
Begitupula dengan saya dan bayak orang di luar sana. Siapa mengira kita diasingkan oleh lingkungan yang kita rasa adalah lingkungan rujukan kita? Random sekali rasanya.

Pernah kalian merasa sebagai makhluk dengan sejuta bakat di dunia ini? Terkadang, sejuta bakat yang kalian miliki akan menjadi boomerang kehancuran mental kalian jika lingkungan tidak memahaminya. Bagaimanapun juga, lingkungan memang hanya bisa "mbacot" guys, berhati-hatilah. Yang bisa kalian lakukan adalah bagaimana kalian mengeksplor apa yang kalian punya. Tidak perlu mengoptimalkan segalanya, pilih salah satu yang paling kalian kerjakan dengan hati :). Belajarlah hidup tanpa tuntutan eksternal!
Tidak perlu meninggalkan yang lain, inilah kehidupan, inilah pilihan! Seperti pilihan kisah tak sempurna saya dulu meninggalkan saya sendirian di sini *ehapasih.

Sekarang, siapa yang mampu bertahan dengan pilihannya, itulah tanggung jawab. Semuanya di dunia ini sedang belajar. Bagaimana kita belajar meningkatkan segalanya yang kita punya, termasuk bagaimana masyarakat belajar meningkatkan kemampuan mbacotnya :)
Kita tidak harus bersembunyi di saat kita belajar untuk menutupi rasa malu, saat ini yang kita butuhkan adalah tempat yang benar. Tempat yang semestinya kita injak untuk belajar secara lebih dewasa. Karena, hidup lebih indah bila kita pakai tjefuk kosmetik *eeeh

Posisikan bakat sebagai titipan Tuhan yang harus dilestarikan, dan posisikan lingkungan sebagai sanggar untuk melakukannya. Tidak perlu mencari sanggar yang lain, yang diperlukan adalah bagaimana kalian mengolah lingkungan kalian agar menjadi sanggar yang menyenangkan. Diantaranya, kembangkan bakatmu yang paling bisa kamu lakukan dengan hati. Sementara itu, yang lain, sampingkan. Bukan ditinggalkan, tapi berilah ruangnya untuk mengembangkan sesuatu yang kamu suka. Karena pada dasarnya, manusia tidak bisa kemaruk. Segalanya memiliki porsi masing-masing. Jika sudah segalanya kalian laksanakan dengan baik, selamat membeli mulut-mulut mereka yang pernah menghinamu guys :)

Senin, 16 Juli 2012

Tetanggaku Alay!

Haslo Brooh! Siapa di sini yang tinggal di daerah tertinggaaal? Hayo ngaku hayo ngakuuu. Tapi, siapa juga yang mau ngaku kalo tingal di daerah kaya gitu -_______- alah lupakan, bukan hal intim kok :D

Alkisah, kalian belum pernah kan yaa nandha critain tentang selukbelukmbuluk kediaman nandha. Naah jadi nandha ini tingal di daerah pergalauan, kota kediri coret, kabupaten juga ga kordes-kordes amat. Pernah tau kordes? Yuhuu. KORak nDESo :))

nandha tinggalnya di daerah tengah Kediri, yang masih masuk di daerah kabupaten, walopun mepet kota, dan harus disyukuri :)) di sebuah kelurahan yang cukup tersohor di kalangan pencari wangsit, atas dasar Petilasan Prabu Anom Ki Ajeng Dhoko. Yaaa. Doko!

Pernah tau anak alay berkeliaran? Sempat risih? Sempat bete? Sama. Tapi, kalian sempat bingung juga ga buat ngadepin makhluk macam begituan kalo ternyata mereka ditakdirkan buat jadi tetangga kalian? Nahloh! Bingung ngga tuh :))

Mungkin nandha bukan penulis yang sudah menemukan formula canggih dalam menghadapi hal ini, karena jujur bagi nandha, hal ini masih menjadi kemelut rumah tangga dan pribadi nandha sendiri *eaaaaahh

Jadi gini, karena di daerah perbatasan, penduduknya pun juga beragam. Yang berhasil menapakkan kaki di kota, mulai dari sekolah dan gaya hidupnya, bisa jadi artis. Mungkin karena dia bisa belajar "apa itu kampungan, ndeso, dsb" dari rumahnya dan "apa itu gaul, mbois, dsb" dari kehidupan sekolah dan lain-lainnya di kota. Setidaknya, dia bisa menyeimbangkan segalanya. Lalu, bagaimana dengan yang masih bertahan dengan gaya hidup yaaang .... Mmmmmh Kordes? Yuk kita simak.

Sebenernya menurut nandha pribadi, alay adalah korban dari modernisme dan budaya populer. Sang alayers disini, tepat berdiri di puncak rasa "ingin seperti" yang tidak kesampaian. Dan yang parah terjadi saat ini, khususnya di daerah nandha tinggal adalah "alay teriak alay" -________-
Beberapa waktu, nandha udah cukup kenyang denger curhatan, "nan, koncoku no yo mosok kordes raiso macak. jawaku takkon tuku klambi nek musashi jarene gak gelem" hemmm. semacam kehabisan kata-kata, saya hanya bisa tersenyum :)

lain hari, dengan orang yang lain pula, mencurhatkan rasa kagumnya atas sekolahan yang dia tempati saat ini. dan di salah satu cuplikan perbincangan, nandha nemuin satu kalimat yang cukup nyengil, "lek ndek smast yo pancen bocahe selain macak e banter, uteke yo banter, lek ndek sekolahku, macak tok sing banter, cahe gaul-gaul ngono e" usut punya usut, dia adalah siswa baru di sebuah sekolah yang selalu menjadi korban pembullyan sekolah-sekolah elite kota kediri.

Bingung kan guys? Di satu sisi, walopun kadar alay dalam diri seseorang itu pasti ada, tapi risih juga kan kalo ada tetangga yang sok gaul kayak gitu terus berkoar-koar dan membuat kita speechless dalam menghadapinya? Ha? Mau menghindari? Ya, coba aja dengerin lagu masa kecil, Desaku. Desaku yang kucinta pujaan hatiku, lho guys. Mau gimanapun, dia tetanggamu, temanmu hidup. Mau ngasih nasehat dan pengertian kalo dia alay? Bermental baja-kah kamu? :)

Guys, kalau diantara kalian ada yang merasa memiliki perasaan yang sama denganku *eapasih, ayok kita bikin forum pemuda peduli kealayan desa :) buat ndiskusiin kasus ini, karena jujur ku tak sanggup bila sendiri ._. permasalahan ini sudah terlalu menjadi permasalahan kompleks dalam hati dan sanubariku hahah.

Oke guys itu tadi secuil curhatan malam dari nandha, kalo ada yang mau komentar monggo dikomentarin, kalo ada yang mau ngasih saran, nandha nunggu-nunggu banget :) tetaplah berkarya!

Sabtu, 14 Juli 2012

Kediri Culture and Ecofashion Carnaval

Hello gaes! Selamat berakhir pekan, semoga mengesankan. Nah, kali ini Nandha punya laporan dari kota Nandha, yang tidak lain dan tidak bukan, Kediri :)
Inilah rangkaian hari ulang tahun Kota Kediri. FYI, Kota Kediri merupakan kota yang nanti pada tanggal 27 Juli 2012 tepat berusia 1133 tahun. Bukan kota baru lagi ya gaes, Kediri udah matang dalam segi apapun. Khusus untuk hari ini, Kediri punya acara yaitu Kediri Culture and Ecofashion Carnaval. Semacam parade budaya, yang dikarak dari Stadion Brawijaya, hingga balai Kota Kediri. Daaan, acara ini juga dimeriahkan dari beberapa kota lain di Jawa Timur lhoo.


Selain itu, acara parade ini mendapat apresiasi berlebih dari warga Kediri Raya, karena teknis acara untuk tahun ini memang lebih matang. Bagaimana pengoptimalan warga Kediri untuk berperan dalam parade ini, sangat terlihat dari lensa kamera beberapa fotografer yang mengabadikan di sana.






keliatan kan gaes gimana ramenya? kalau kalian mau liat yang lain, kunjungin aja FB Adhitya Nandha Purnomo, semuanya ada di situ kok.

Anyway, selamat menikmati rangkaian acara Hari Jadi Kota Kediri ke 1133 ya Gaees. Panjalu Jayati, Kediri Jayati!

Jumat, 13 Juli 2012

Aku Baik-Baik Saja

aku pernah dibuang, hangus, dan tak berdiri lagi, dalam keperihatinan hati, dalam sumbu misteri.
tepat 6 tahun yang lalu. tepat rasa itu mati

aku menapak, berjalan, rasanya, ada yang abadi, yaitu kesendirian
tampaknya bukan aku mencari teman, aku hanya belum terbiasa.

sepertinya, 2 tahun bagiku cukup untuk mendewasakan diri
cukup untuk membuatku mengerti bahwa teman dan keluarga adalah segalanya
tanpa ada dia.
tanpa ada rasa itu lagi.

seperti aku tidak butuh siapapun lagi
hidup yang kurasakan kini sangat indah
lonceng hatiku seperti diam
namun bukan mati rasa

seolah ada kamu
melihatku dari ujung keramaian
melihatku yang terus sendirian
bagimu, aku maya
namun aku bahagia

kamu datang kesini
tepat di sudut kesendirianku
kamu tawarkan tuk menemaniku
awalnya, aku hanya tersenyum kecil untuk menolaknya

tampaknya, lonceng hatiku sedikit sendu
tampaknya, dia butuh orang itu
dia yang dulu
dia yang mencariku
tapi aku tak mau

seperti ada kamu
di setiap aku bercerita
entah itu tentangnya
atau tentang kita

kamu tawarkan lonceng hati yang lain
ya, itu lonceng darimu.
kamu yakinkan aku, tiada salahnya mencoba
dan ternyata kamu juara!
kamu beri aku lonceng yang mendamaikan seisi tubuhku

2 tahun berlalu. aku tetap bertahan
aku rasa, aku jauh lebih baik dari sebelumnya
berkat lonceng ini. berkat kamu

tepat di ujung subuh ini
aku merasa bahagia atas kamu
dan tepat di ujung subuh ini pula
kamu rasa, kamu hanya main-main :)

aku mungkin tidak akan menyalahkanmu
kamu yang datang. kamu yang membantuku tenang
aku hanya mampu diam. dan kamu terus berlari pergi
dan aku hanya menunggumu di sini. masuh tepat di ujung subuh, 4 tahun yang lalu
kisah tak sempurnaku, aku baik-baik saja :)
masih menunggumu, yang aku yakini akan terus kembali